Pemeriksaan logam berat pada makanan

Dosen              : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah     : PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)

 LAPORAN PEMERIKSAAN LOGAM BERAT PADA MAKANAN SIANIDA DAN TIMBAL



                                       
                                                  Disusun Oleh  :

Nama : Nur Amaliah
Tingkat : II.B / D.IV
NIM : PO714221161050



KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK IINDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Uraian Materi
1. Timbal (Pb)
Timbal (pb ) merupakan logam yang sangat populer dan banyak dikenal masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang di gunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan keracunan pada mahluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna colat kehitaman, serta mudah di murnikan dari pertambangan. Dalam pertambangan, logam ini berbentuk sulfuida logam (PbS), yang sring disebut galena. Senyawa ini banyak di temukan dalam pertambangan diseluruh dunia. Bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan pb ini adalah sering menyebabkan keracunan.
Dewasa ini pelepasan pb keatmosfir meningkat tajam akibat pembakaran minyak dan gas bumi yang  turut menyumbang pembuangan pb keatmosfir. Selanjutnya pb tersebut jatuh ke laut mengikuti air hujan. Degan kejadian tersebut maka banyak negara di duniah mengurai tetraeil pb pada minyak bumi dan gas alam untuk mengurangi pencemaran pb pada atmosfir.
Keracunan akut dapat terjadi jika timbal masuk kedalam tubuh seseorang lewat makan atau menghirup uap timbal dalam waktu yang relatif pendek dengan dosis atau kadar yang relatif tinggi. Gejala yang timbul berupa mual, muntah, sakit perut hebat, kelainan fugsi otak, tekanan darah naik, anemia berat, keguguran, penurunan fertilitas pada laki-laki, ganguan sistem saraf, kerusakan ginjal, bahkan kematian dapat terjadi dalam waktu 1-2 hari. Keracunan timbal pada anak-anak dapat mengurangi kecerdasan.

2. Sianida ( hcn )
Sianida adalah senyawa  kimia yang  mengandung  kelompok siano C≡N, dengan atom karbonterikat-tiga ke atom nitrogen.Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti-garam, beberapa  kovalen. Beberapa molekular,beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat  melepas ion sianida CN -tidak beracun.
Sianida merupakan salah satu jenis racun yang paling toksik, bereaksi cepat dalam tubuh hewan maupun manusia, dan dapat menyebabkan kematian akut.  Kandungan sianida dipengaruhi oleh kondisi tanah, musim, dan struktur biji. Stabilitas sianida dalam ekstrak biji menurun selama dalam penyimpanan. Kandungan sianida dipengaruhi oleh kondisi tanah, musim, dan struktur biji. Stabilitas sianida dalam ekstrak biji menurun selama dalam penyimpanan. Setiap bagian tanaman mempunyai kandungan sianida yang berkaitan.
 Kandungan tertinggi terdapat dalam biji, diikuti oleh buah, daun, batang dan akar.  Biji dengan struktur daging dan kulit yang keras mengandung sianida cukup tinggi, yaitu rata-rata lebih dari 2.000 ppm (Yuningsih, 2008)

Hidrogen sianida (HCN) atau asam sianida ini merupakan racun pada singkong, masyarakat mengenal sebagai racun asam birukarena adanya bercak warna biru pada singkong dan akan menjadi toksin (racun) bila dikonsumsi pada kadar HCN lebih dari 50 ppm.
Kasus keracunan yang terjadi dimasyarakat sering kali karena mengkonsumsi jenis singkong dengan kadar HCN yang tinggi dan proses pengolahan yang tidak benar sehingga kadarHCN pada singkong masih melebihi kadar aman yang dapat dikonsumsi manusia. Gejala keracunan yang muncul antara lain respirasi cepat, penurunan tekanan darah, denyut nadi cepat, pusing, sakit kepala, sakit perut, muntah, diare, kebingungan mental, berkedut dan kejang-kejang.

B. Alat dan bahan pemeriksaan
1. Timbal (pb )
Alat
a. Timbangan digital
b. Glass erlemenyer
c. Gelas ukur
d. Lumpang dan alu
e. Gelas ampel 5 ml
f. Streptroquant nova 60
Bahan
a. Sampel makanan (bakso goreng)
b. Aquadest
c. Reagen pb
Prosedur kerja
- Sampel ditimbang sebanyak 10 gr
- Sampel dihaluskan enggunakan lumpang dan alu
- Sampel dipindahkan kedalam gelas ukur
- Kemudian tuangkan aquades sedikit demi sedikit hingga 50 ml dan sambil diaduk
- Sampel dimasukkan sebanyak 5 ml keadaan gelas sampel lalu tambahkan reagen pb sebanyak 3 tetes
- Sampel dituang kedalam cuvet dan diperiksa menggunakan spectroquant nova 60
- Amati hasil

2. Sianida (hcn)
Alat
- Gelas ukur
- Timbangan digital
- lumpang dan alu
Bahan :
- Buah keluwak
- Aquades
- Reagen Cn
           3)    Cara kerja
- Timbang Buah keluwak sebanyak 25 gr
- Haluskan sampel dengan menggunakan mortal dan pastle
- Masukkan sampel yang telah halus kedalam tabung sebanyak 5 ml
- Tambahkan aquades sebanyak 10 ml ke gelas ukur aduk agar homogeny
- Masukkan sampel ke delam tabung sebanyak 5 ml
- Tambahkan CN-1, satu sendok kemudian di goyangkan sampai homogen lalu tutup tabung
- Tambahkan CN-A2, satu sendok kemudian di goyangkan sampai homogen lalu tutp tabung
- Tambahkan CN-A3, tiga tetes kemudian digoyangkan sampai homogen lalu tutup tabung
- Masukkan blanko dan sampel kedalam sianida test, tunggu sampai 5 menit
- Bandingkan sampel pada warna paa test sianida
- Amati hasilnya.


C. HASIL
1. Hasil pemeriksaan timbal (pb) pada bakso goreng
- Hasil yang di dapatkan =  6,93
- Perhitungan =  6,93 x 5
=  34,65 mg/kg
2. Hasil pemeriksaan Sianida (hcn) pada ubi goreng
- Hasil yang di dapatkan =  0

D. ANALISA HASIL
1. Pemeriksaan pb pada bakso goreng
Berdasarkan hasil yang didapatkan dengan kadar logam berat pb (timbal) yakni 6,93 yang terkandung di dalammnya. Dari hasil analisa tempat dan lingkungan penjuaalan bersih, namun dari proses pembuatan atau penggorengan yang memakai minyak goreng lebih dari 3 kali pemakaian, dan tidak mengganti walaupun sudah berwana kehitamanhasil dari pemeriksaan dan perhitungan pb mendapatakan hasil 34,65 mg/kg, namun pada standar hanya 0,50 mg/kg yang telah ditetapkan oleh BPOM 2017.
2. Pemeriksaan sianida (hcn) pada ubi goreng
Berdasarkan analisa hasil dan pemeriksaan zat berbahaya yang terkandung dalam ubi goreng yakni mendapatkan hasil kandungan dari ubi goreng yang didaptkan adalah 0. Hasil dari pemeriksaan ini bahwa ubi goreng yang telah kami periksa tidak mengandungzat berbahaya yakni sianida (hcn).  Pada standar SNI 2009 kandungan zat sianida yang di perbolehkan yakni tidak boleh meelbihi dari 1,0 mg/kg.


E. KESIMPULAN
Hasil Pemeriksaan bakso georeng yang bertempat di W*** di dapatkan adalah mengandung logam berat yakni timbal (pb) yakni sebanyak 34,65 mg/kg dan tidak memenuhi persyaratan BPOM No.23 Tahun 2017 yaitu hanya 0,50 mg/kg.
Hasil dari pemeriksaan sianida (hcn) pada ubi goreng yakni memenuhi syarat dari standar SNI 7387 tahun 2009 yakni 1,0 mg/kg, kerena ubi goreng yang kami periksa  mengandung zat beracun sianida (hcn). Jadi gorengan bertempat di W*** layak dikomsumsi.

F. SARAN
Saran untuk pembaca agar kiranya pada saat pemeriksaan selanjutnya agar memperhatikan lebih baik lagi kondisi tempat penjualan dan lingkungan sekitarnya, dan juga pada saat akan melakukan pemeriksaan agar kiranya sampel yang akan di periksa disimpan dengan baik agar terhindar dari kontaminasi lainnya yang akan mempengaruhi hasil dari pemeriksaan nantinya.

PUSTAKA
http://abdifauziah.blogspot.co.id/2017/04/matakuliah-pmm-dosen-khiki-purnawati-ks_98.html (di akses 23 maret 2018)
http://ejurnal-analiskesehatan.web.id (di akses 23 maret 2018 )

Komentar

  1. Terimakasih, informasi ini sangat membantuku.
    Dari ulasan di atas telah memberi saya kesadaran bahwa jika kita membeli sesuatu hendaknya meperhatikan sebelum membeli entah itu dari pengolahan maupun penjualannya.

    BalasHapus
  2. Trima kasih atas informasinya. Saran saya untuk laporannya sebaiknya standar Cn nya juga dipaparkan agar kita tahu seberapa besar Cn yang diperbolehkan untuk di konsumsi. Dan timbal apakah sudah ada kejadian yang merugikan masyarakat terkait kandungan timbal yang berlebih pada sampel yang kita periksa?

    BalasHapus
  3. Mengapa di prosedur kerja pemeriksaan sianida sampelnya ialah kaluak tapi di hasil dan analisa hasilnya itu berbeda sampelnya ialah ubi goreng?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Pemeriksaan Borak, Formalin, Rhodamin – b , Dan Metil Yellow Pada Makanan Dan Minuman

PEMERIKSAAN SALMONELLA, VIBRIO CHOLERA, SIGHIELLA, DAN E.COLI PADA ES KELAPA MUDA